Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, menetapkan corak batik yang akan dijadikan batik khas Madiun.

Bupati Madiun Muhtarom, Minggu (18/7), mengatakan, corak batik khas yang akan dijadikan Batik Madiun ini diperoleh dari lomba desain motif batik khas Madiun tingkat umum yang telah dilakukan sejak sebulan terakhir.

“Hasil dari lomba tersebut, ditemukan beberapa motif yang sesuai dengan karakter daerah Kabupaten Madiun. Di antaranya, motif beras kutah (beras tumpah), porang, serat jati, dan kenanga,” ujar dia kepada wartawan di Pendopo Muda Graha, Madiun.

Menurut dia, dari masing-masing corak yang mewarnai batik khas Madiun tersebut memiliki makna tersendiri. Seperti unsur motif beras kutah melambangkan Kabupaten Madiun sebagai lumbung pangan Jawa Timur sebelah barat.

Demikian juga dengan unsur motif porang yang merupakan komoditas utama ekspor Kabupaten Madiun, motif serat jati yang melambangkan wilayah Kabupaten Madiun 40 persen berupa hutan jati, dan motif kenanga melambangkan keharuman.

“Tujuan penetapan motif batik ini, untuk menumbuhkan kembali sentra batik di Kabupaten Madiun yang selama ini terpuruk dan melestarikan budaya bangsa tentang batik,” kata Muhtarom.

Guna mengembangkan batik khas Madiun, Pemkab Madiun akan mendatangkan desainer batik dari Solo, Jawa Tengah. Nantinya, selain mempertahankan batik tulis, pihaknya juga akan mengembangkan batik cap ataupun printing guna menghadapi persaingan pasar.

Kepala Dinas Perdagangan, Industri, Pariwisata (Disperindagta) Kabupaten Madiun, Beny Adiwijaya, mengatakan, nantinya batik khas Madiun dengan corak beras kutah, porang, serat jati, dan kenanga, tersebut akan dipatenkan untuk menjadi batik Madiun.

“Setelah ditentukan motif, nantinya batik ini akan dipatenkan menjadi batik khas Madiun,” kata Beny.

Selain itu, kata dia, untuk mengeksistensi penggunaan batik khas Madiun, nantinya akan digunakan sebagai seragam dinas di lingkungan Pemkab Madiun. Untuk mewujudkannya, ia akan menggandeng perajin batik yang ada di wilayah Kabupaten Madiun di Desa Kenangarejo, Kecamatan Pilangkenceng.

“Diperkirakan ada 10 ribu PNS lebih di wilayah Kabupaten Madiun yang akan mengenakan seragam dinas batik khas Madiun,” kata Beny.
sumber: mediaindonesia.com