<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>batikgue.com</title>
	<atom:link href="http://www.batikgue.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.batikgue.com</link>
	<description>membatik hidup loe!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Mar 2012 04:33:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Keramik Batik, Unik dan Banyak Digemari</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/keramik-batik-unik-dan-banyak-digemari/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/keramik-batik-unik-dan-banyak-digemari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 05:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik keramik]]></category>
		<category><![CDATA[kerajinan batik]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Batik kini bukan hanya milik perajin batik untuk bahan pakaian. Namun dengan berbagai kreasi kini batik juga digunakan oleh para perajin keramik. Ditangan perajin keramik di Probolinggo, Jawa Timur, tanah liat dibentuk seperti kemauan penggunanya, seperi mangkok, vas bunga, dan berbagai bentuk lainya. Namun yang membedakannya adalah kreasi keramik batik. Membuat keramik batik bukan hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong>Batik kini bukan hanya milik perajin batik untuk bahan pakaian. Namun dengan berbagai kreasi kini batik juga digunakan oleh para perajin keramik. Ditangan perajin keramik di Probolinggo, Jawa Timur, tanah liat dibentuk seperti kemauan penggunanya, seperi mangkok, vas bunga, dan berbagai bentuk lainya. Namun yang membedakannya adalah kreasi keramik batik.</p>
<p>Membuat keramik batik bukan hal mudah. Menurut Sigit Kurniawan, perajin keramik, Sabtu (10/12), perlu keberanian dan waktu yang tepat. Sigit mulai membuat kerajinan ini saat batik diakui Unesco.</p>
<p>Pria sederhana ini bukan hanya mampu mengembangkan warisan budaya batik, namun ia mampu membuka lahan pekerjaan. Meski selama ini orang seperti dirinya jarang dilirik pemerintah dibanding pelaku usaha besar yang justru sering mengemplang uang negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber/foto: liputan6.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/keramik-batik-unik-dan-banyak-digemari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
		<item>
		<title>Agar Batik Kian Mendunia</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/agar-batik-kian-mendunia/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/agar-batik-kian-mendunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 19:40:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Batik. Lelehan malam yang terukir lewat liukan canting ini mencipta karya seni nusantara bercita rasa tinggi. Akankah mahakarya ini terkikis kehadiran batik cetak atau print yang kian massal di tanah air? Carmanita, perancang busana yang gemar memberi sentuhan batik dalam karyanya, mengatakan bahwa kehadiran batik print hanya batu sandungan kecil. Kehadirannya harus dilihat secara positif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Batik. Lelehan malam yang terukir lewat liukan canting ini mencipta karya seni nusantara bercita rasa tinggi. Akankah mahakarya ini terkikis kehadiran batik cetak atau print yang kian massal di tanah air?</p>
<p>Carmanita, perancang busana yang gemar memberi sentuhan batik dalam karyanya, mengatakan bahwa kehadiran batik print hanya batu sandungan kecil. Kehadirannya harus dilihat secara positif sebagai bagian dari langkah promosi batik nusantara ke mancanegara.</p>
<p>Sifatnya yang murah dan massal justru akan meningkatkan hasrat masyarakat untuk mencintai batik. Dan ketika euforia batik melanda dan menjadi tren, pamor batik tulis akan semakin terangkat dengan posisinya di kasta tertinggi.</p>
<p>Euforia itu tampak nyata setelah UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia pada 2 Oktober silam. Semakin banyak masyarakat modern yang tak ragu membalut tubuhnya dengan batik di tengah tren busana kontemporer.</p>
<p>Sejumlah acara bertema batik pun semakin menjamur. &#8220;Pengakuan UNESCO membuat kita tahu batik adalah salah satu seni bangsa, tetapi sekaligus menjadikannya terbuka secara global,&#8221; ujarnya ketika menjadi salah satu pembicara di konferensi World Batik Summit 2011.</p>
<p>Sebagai media promosi, motif batik juga tak melulu harus berupa helaian kain yang membalut tubuh. Tanpa menerjang pakem, batik bisa diterjemahkan dalam beragam karya seni. &#8220;Bagi saya batik adalah universal dan dapat digunakan pada media apa saja,&#8221; ia menambahkan.</p>
<p>Perancang yang terkenal dengan eksperimen-ekperimennya dalam berkarya ini pun tak hanya memainkan canting pada lembaran kain nusantara, tapi juga lembar sari dan lycra. Bahkan, menjajalnya pada badan mobil Mercedes Benz, dan ban mobil.</p>
<p>Pada mobil yang akhirnya dimiliki Piyu &#8216;Padi&#8217; ini, ia menggambarkan motif batik pagi sore dengan menggunakan air <em>brush</em>. Pada ban, ia mengambarkan berbagai macam motif dengan efek timbul.</p>
<p>Menurutnya, mengkotak-kotakkan batik hanya pada kain berlukis malam dengan menggunakan canting hanya akan mempersempit perkembangan batik di dunia.</p>
<p>Bahkan ia pun menanggapi dengan santai ketakutan akan penjiplakan motif batik Indonesia oleh negara lain. &#8220;Tidak masalah ada yang meniru, batik itu adalah anugerah bagi kita semua,&#8221; ujarnya.</p>
<p>sumber/foto: vivanews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/agar-batik-kian-mendunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
		<item>
		<title>Nia Dinata Luncurkan Film Dokumenter tentang Batik</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/nia-dinata-luncurkan-film-dokumenter-tentang-batik/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/nia-dinata-luncurkan-film-dokumenter-tentang-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 19:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Sutradara Nia Dinata meluncurkan karya film dokumenter terbarunya tentang batik, berjudul &#8216;Batik Our Love Story&#8217;. Dihadiri sejumlah pelaku pelestari batik tulis dari berbagai daerah, acara tersebut digelar di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (30/9/2011). Sepanjang sekitar 90 menit, &#8216;Batik Our Love Story&#8217; mengajak penonton berjalan-jalan ke kota-kota pusat batik di Jawa. Dibuka dari Pekalongan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong> Sutradara Nia Dinata meluncurkan karya film dokumenter terbarunya tentang batik, berjudul &#8216;Batik Our Love Story&#8217;. Dihadiri sejumlah pelaku pelestari batik tulis dari berbagai daerah, acara tersebut digelar di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (30/9/2011).</p>
<p>Sepanjang sekitar 90 menit, &#8216;Batik Our Love Story&#8217; mengajak penonton berjalan-jalan ke kota-kota pusat batik di Jawa. Dibuka dari Pekalongan, lalu Cirebon, Solo, Madura, Lasem dan Yogyakarta.</p>
<p>Di 5 kota itu, penonton diajak mengunjungi pelaku-pelaku pelestari batik tulis asli yang turun-temurun, hingga individu yang mendokumentasikan warisan budaya itu.</p>
<p>Tapi, Nia buru-buru menegaskan, &#8220;Ini bukan film tentang kolektor batik.&#8221; Yang jelas, ini merupakan dokumenter batik pertama karya orang Indonesia sendiri. Dan, untuk itu Nia Dinata menerima rekor dari MURI</p>
<p>Awalnya, sambung Nia, pihaknya ingin membuat sebuah dokumenter yang formal. Tapi, temuan di lapangan membuatnya kemudian memutuskan untuk menampilkan filmnya sebagai &#8220;kisah cinta&#8221;.</p>
<p>&#8220;Masalah yang ditemui selalu sama, isu regenerasi. Mereka adalah generasi terakhir yang khawatir apakah anak-anak mereka mau melanjutkan,&#8221; papar dalam jumpa pers usai pemutaran.</p>
<p>Nia juga memfokuskan pada perempuan-perempuan yang mendominasi &#8220;industri&#8221; rumahan batik tulis.</p>
<p>Naskah &#8216;Batik Our Love Story&#8217; ditulis oleh Ucu Agustin, yang juga menjadi tim periset bersama Nia sendiri. Sedangkan kamera dikerjakan oleh Paul Kadarisman.</p>
<p>Dalam memproduksi film tersebut, Nia dengan benderanya Kalyana Shira Film disponsori oleh Attack yang sedang mengeluarkan produk pencuci baju khusus untuk batik.</p>
<p>Setelah diputar perdana untuk kalangan terbatas, Nia belum punya kepastian mengenai pemutarannya untuk publik. Namun, bagi pihak, komunitas atau pun kampus yang ingin memutar film tersebut bisa langsung menghubungi Kalyana Shira Film.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: detik.com<br />
gambar: redandwhitemagz.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/nia-dinata-luncurkan-film-dokumenter-tentang-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
		<item>
		<title>Batik Jawa Barat Kental Unsur Budaya</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/batik-jawa-barat-kental-unsur-budaya/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/batik-jawa-barat-kental-unsur-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 20:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Hampir dua tahun ini, pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai the intangible heritage semakin membekas di kalangan masyarakat, sekalipun berbagai pihak masih menyangsikannya. Untuk menambah keyakinan bahwa pengakuan UNESCO ini masih layak dipertahankan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia menggelar pameran foto dan batik dari sembilan negara ASEAN di Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA) pada 24 Agustus &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Hampir dua tahun ini, pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai <em>the intangible heritage</em> semakin membekas di kalangan masyarakat, sekalipun berbagai pihak masih menyangsikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menambah keyakinan bahwa pengakuan UNESCO ini masih layak dipertahankan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia menggelar pameran foto dan batik dari sembilan negara ASEAN di Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA) pada 24 Agustus &#8211; 9 September 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Batik yang dipamerkan berupa sembilan desain batik karya sembilan mahasiswa beasiswa seni dan budaya Indonesia (BSBI) serta sejumlah batik klasik asal Indonesia. Pameran dibuka Ketua Dekranasda Jabar, Netty Heryawan, Dirjen Informasi Publik Kemenlu Andri Hadi serta Ketua Yayasan Batik Indonesia, Jultin Ginandjar Kartasasmita dan Ketua Yayasan Batik Jabar, Sendy Yusuf.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Andi Hadi, pameran batik ini bertujuan untuk mempererat persahabatan di antara negara-negara ASEAN. &#8220;Kami sengaja ingin memberikan pengetahuan tentang batik Indonesia kepada para mahasiswa di negara-negara ASEAN,&#8221; ujarnya, belum lama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, sembilan mahasiswa ini mendapat pelatihan di pusat pelatihan dan tenaga kerja Sleman, Yogyakarta selama dua bulan. Pelatihan batik ini merupakan yang pertama dari lima kali penyelenggaraan BSBI. Sedangkan batik dipilih untuk menegaskan penghakuan UNESCO.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Intinya kami ingin memperkenalkan batik ke seluruh negara ASEAN maupun dunia bahwa batik adalah benar-benar budaya Indonesia,&#8221; tandasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Ketua Yayasan Batik Indonesa, Jultin Ginandjar Kartassasmita mengaku tidak takut memperkenalkan batik kepada mahasiswa dari negara lain. Menurut Jultin, batik Indonesia mengandung unsur budaya yang sangat kental. Selain itu, dalam proses pembuatannya pembatik akan memasukkan ilmu pengetahuan beserta makna motif yang dibuatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ini sangat berbeda dengan batik di negara lain, termasuk sembilan mahasiswa yang berasal dari sembilan negara ASEAN ini, tidak ada makna dalam batik yang dibuatnya,&#8221; paparnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Netty Prasetyani Herawan menyebutkan, pameran batik ini setidaknya bisa mengangkat nama Kota Bandung termasuk Jawa Barat di mata internasional seperti tahun 1955. Bagi Jabar budaya batik sudah mendarah daging terutama di wilayah Cirebon, Indramayu, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sekarang perkembangan batik di Jabar sudah demikian pesat, hampir semua daerah di Jabar memiliki kebiasaan membatik dengan motif khas daerah masing-masing,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">sumber:  www.klik-galamedia.com</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/batik-jawa-barat-kental-unsur-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
		<item>
		<title>Ketika Batik dan Ulos Berpadu</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/ketika-batik-dan-ulos-berpadu/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/ketika-batik-dan-ulos-berpadu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 05:17:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Aneka ragam motif batik dipadukan bahan ulos dan katun mewarnai ajang Batik Festival yang digelar di atrium Grand Palladium, Jalan Maulana Lubis, Medan. Kesan 100 persen Indonesia memang begitu terasa, ketika ratusan peserta yang terdiri dari anak-anak, dewasa, tingkat pemula dan umum yang mengenakan pakaian hasil racikan desainernya masing-masing. Kesan unik, lucu, sampai aneh menghiasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong>Aneka ragam motif batik dipadukan bahan ulos  dan katun mewarnai ajang Batik Festival yang digelar di atrium Grand  Palladium, Jalan Maulana Lubis, Medan. Kesan 100 persen Indonesia memang  begitu terasa, ketika ratusan peserta yang terdiri dari anak-anak,  dewasa, tingkat pemula dan umum yang mengenakan pakaian hasil racikan  desainernya masing-masing.</p>
<p>Kesan unik, lucu, sampai aneh  menghiasi mimik wajah pengunjung yang menyaksikan model-model ini  berlenggok di atas catwalk membawakan busana kebanggaannya. &#8220;Ini bagus,  cocok, baju batik ada renda-rendanya,&#8221;celoteh pengunjung berbincang  dengan rekannya sembari melihat aksi para peserta festival.</p>
<p>Tepuk tangan dan teriakan terus-menerus dilontarkan oleh para pendukungnya saat teman,<br />
saudara,  dan model favoritnya unjuk kebolehan di atas stage. Sedangkan dari sisi  panggung, para ibu, dan juru make up sibuk mendandani model-modelnya.  &#8220;Sini dulu, itu make up-nya belum beres,&#8221;katanya sebelum naik stage.</p>
<p>Perwakilan  dari pihak Palladium, Lely, mengatakan, kegiatan ini memang rutin  diselenggarakan, dikaitkan dengan tren maupun peringatan hari atau  moment besar. &#8220;Ini sudah menjadi khas kami, membuat acara sensasional,  seperti lomba berbusana muslim (Islami), dan etnik seperti  ini,&#8221;ujarnya.(yns)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: http://medan.tribunnews.com<br />
foto: TRIBUN MEDAN/TAUFAN WIJAYA</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/ketika-batik-dan-ulos-berpadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
		<item>
		<title>Produksi Batik Tumbuh 13 Persen</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/produksi-batik-tumbuh-13-persen/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/produksi-batik-tumbuh-13-persen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 00:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Nilai produksi batik mengalami pertumbuhan sebesar 13 persen mencapai Rp732,67 miliar pada 2010 dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp648,94 miliar. &#8220;Tren busana batik, membuat transaksi batik di dalam negeri terus meningkat, yang ditandai oleh naiknya nilai produksi salah satu warisan budaya itu,&#8221; kata Menperin MS Hidayat pada pembukaan Pameran Batik Warisan Budaya IV, di Plasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nilai produksi batik mengalami pertumbuhan sebesar 13 persen mencapai Rp732,67 miliar pada 2010 dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp648,94 miliar.</p>
<p>&#8220;Tren busana batik, membuat transaksi batik di dalam negeri terus meningkat, yang ditandai oleh naiknya nilai produksi salah satu warisan budaya itu,&#8221; kata Menperin MS Hidayat pada pembukaan Pameran Batik Warisan Budaya IV, di Plasa Kementerian Perindustrian, Selasa.</p>
<p>Nilai produksi batik yang pada tahun lalu menembus angka Rp732,67 miliar tersebut, diyakininya, akan terus meningkat seiring makin banyaknya masyarakat Indonesia menggunakan busana batik dalam keseharian mereka.</p>
<p>&#8220;Masyarakat termasuk anak-anak muda dan remaja telah mulai menyukai batik. Kebijakan pemerintah menggunakan batik sebagai seragam resmi di kantor pemerintah maupun swasta, telah membuat peluang pasar batik terus berkembang,&#8221; katanya.</p>
<p>Pada 2010 industri kerajinan batik telah menyerap 70.395 orang pekerja. Hidayat yakin angka itu juga akan naik, sehingga kerajinan batik bisa menggerakakan ekonomi rakyat.</p>
<p>Pemerintah, lanjut Hidayat, telah berupaya melestarikan produk batik untuk memberi jaminan mutu, kepercayaan konsumen, dan perlindungan hukum, serta identitas terhadap batik melalui logo (batikmark) &#8220;batik Indonesia, yang telah didaftarkan hak ciptanya ke Ditjen HKI Kementerian Hukum dan HAM.</p>
<p>Terkait dengan pelestarian batik tersebut, pada 28 September sampai 2 Oktober 2011, Kementerian Perindustrian bersama kementerian terkait dan Yayasan Batik Indonesia akan menyelenggarakan &#8220;World Batik Summit,&#8221; dengan tema &#8221; Indonesia: Global Home of Batik,&#8221; di Balai Sidang, Jakarta.</p>
<p>Sementara itu, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Euis Saedah, mengatakan Pameran Batik Warisan Budaya IV yang berlangsung 2-5 Agustus itu menampilkan karya terbaik 48 perajin dan pengusaha batik dari berbagai daerah seperti Jakarta, Tangerang, Pekalongan, Surakarta, Bantul, Cirebon, Madura, Sragen, Garut, dan Tasikmalaya.</p>
<p>&#8220;Ide kreatif dari beberapa desainer batik menghasilkan batik dengan motif awan panas merapi atau wedhus gembel, yang hasilnya dilelang untuk keperluan kemanusiaan korban merapi,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber/foto<a href="http://www.batikgue.com/wp-content/uploads/2011/08/tumbuh13.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-622" title="tumbuh13" src="http://www.batikgue.com/wp-content/uploads/2011/08/tumbuh13-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>: antaranews.com</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/produksi-batik-tumbuh-13-persen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
		<item>
		<title>American batik design competition to strengthen US-Indonesia people contact</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/613/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/613/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 07:54:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[From the cultural heart of Indonesia, the beauty and elegance of batik meets the heart of Americans. The Indonesian Embassy in Washington has launched the American Batik Design Competition, now ongoing from March through November, to promote Indonesian culture in the United States through batik and to further strengthen people contacts between Indonesia and the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>From the cultural heart of Indonesia, the beauty and elegance of batik meets the heart of Americans.</p>
<p>The Indonesian Embassy in Washington has launched the American Batik Design Competition, now ongoing from March through November, to promote Indonesian culture in the United States through batik and to further strengthen people contacts between Indonesia and the United States.</p>
<p>&#8220;The 21st century will be an era of confluence and fusion between cultures; this is a perfect time for the rich heritage of Indonesian batik to meet American contemporary designs,&#8221; stated Ambassador Dino Pati Djalal on the Indonesian embassy website.</p>
<p>The American Batik Design Competition is an open competition intended to draw from among American citizens diverse talents in fabric, graphic art, and fashion design; to put on display new and original designs that allow the American spirit and values to shine through, while still recognizing uniqueness in the Batik motif. The phrase &#8220;American Batik&#8221; is a term attempting to illustrate and describe such creative designs and fashion ideas that remain influenced by typical Indonesian batik motifs, and are bound to incorporate two criteria: they have to be designed by American designers and they exhibit the American spirit and values, drawing from its history and folklore.</p>
<p>The winner of the competition will receive a two-week Batik tour to Indonesia and have his or her designs exhibited both in the United States and in Indonesia.</p>
<p>&#8220;The Spirit of America in the Heritage of Batik&#8221; is eloquently chosen as the theme of the competition. This theme is hoped to reflect the articulation of cultural fusion between the United States and Indonesia through batik and to bring American values in the tradition of Indonesian batik. This competition is aimed at strengthening people-to-people contacts between the United States and Indonesia, thus, bringing closer the two countries&#8217; cultural cooperation, said Indonesian Ambassador Dino Pati Djalal.</p>
<p>Judges will consist of batik and textile experts, as well as fashion designers and representatives of fashion industries from Indonesia and the US participants of this competition will be asked to create an &#8220;American batik&#8221; digital design only. The transformation from digital designs into Batik Tulis (hand-made batik) will be later done by Indonesian batik artists in Indonesia.</p>
<p>Last week, taking place at the Embassy of Indonesia in Washington DC, a Batik Exhibition was held from July 12 to 16, 2011. Carrying the theme, “Indonesian Batik: World Heritage,” it showcased a collection of the rich heritage of Indonesian batiks with its beautiful colors and patterns from many parts of the archipelago.</p>
<p>During the Indonesia Festival in the USA, on July 9, the American, with the Indonesian and international communities in Washington totaling 5,180 persons, together broke the Guinness World Record for the largest Angklung Ensemble ever. Like the Indonesian batik, the typical Indonesian bamboo instrument Angklung has received UNESCO’s recognition as an Intangible World Cultural Heritage.</p>
<p>More information is available at the embassy official website: <a title="www.embassyofindonesia.org" href="http://www.embassyofindonesia.org/">www.embassyofindonesia.org</a> .</p>
<p>For detailed information on the Batik Design Competition, you can visit:<a title="http://americanbatik.embassyofindonesia.org/" href="http://americanbatik.embassyofindonesia.org/">http://americanbatik.embassyofindonesia.org/</a> .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: www.eturbonews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/613/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
		<item>
		<title>Batik Port Numbay Keluarkan Motif Baru</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/batik-port-numbay-keluarkan-motif-baru/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/batik-port-numbay-keluarkan-motif-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 05:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Untuk lebih memperkenalkan batik khas Papua, Butik batik Port Numbay Papua akan mengeluarkan motif terbaru dari Suku Kamoro dan Amukme. Pengusaha Batik Port Numbay, Jimmy Hendrick Afaar, di Jayapura, Senin mengatakan, selama lima tahun berkarya menyediakan batik khas Papua, dirinya selalu menampilkan motif-motif khas Port Numbay dan Papua secara umum. Namun untuk lebih memperkenalkan batik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk lebih memperkenalkan batik khas Papua, Butik batik Port Numbay Papua akan mengeluarkan motif terbaru dari Suku Kamoro dan Amukme.</p>
<p>Pengusaha Batik Port Numbay, Jimmy Hendrick Afaar, di Jayapura, Senin mengatakan, selama lima tahun berkarya menyediakan batik khas Papua, dirinya selalu menampilkan motif-motif khas Port Numbay dan Papua secara umum.</p>
<p>Namun untuk lebih memperkenalkan batik Port Numbay lebih jauh lagi, pihaknya akan mengeluarkan motif terbaru, yakni suku Kamoro dan Amukme.</p>
<p>&#8220;Saya mempunyai tanggung jawab untuk mengangkat budaya-budaya Papua lewat membatik. Untuk itu, saya disini tidak lagi berdiri sebagai anak Port Numbay saja, melainkan anak Papua, sehingga sudah saatnya juga menampilkan corak khas Papua lainnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengakui, penambahan corak khas Papua dilakukan mengikuti perkembangan pasar, sekaligus memperkenalkan beragam budaya yang banyak terdapat di Papua, baik itu budaya pantai maupun pegunungan, melalui seni yang dituangkan dalam motif batik.</p>
<p>&#8220;Selama ini butik Batik Port Numbay Papua selalu menghadirkan motif tifa, perahu, burung dan lainnya. Untuk kedepan, kami siapkan motif dari suku Kamoro dan Amukme seperti patung dan lainnya, namun di dalamnya tetap menampilkan motif khas Port Numbay,&#8221; ucap Jimmy.</p>
<p>Dia berharap melalui inovasi motif batik yang lebih luas sampai seluruh daerah Papua, pelanggan batik Port Numbay baik yang berada di Indonesia dan luar negeri memiliki banyak pilihan.</p>
<p>&#8220;Memuaskan pelanggan sangat penting dilakukan, apalagi saat ini batik Port Numbay tidak hanya dikenal di Indonesia, khususnya Papua tetapi sudah merambah hingga Italia dan beberapa negara lainnya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Diketaui, selain dalam bentuk kain, butik batik Port Numbay juga menyediakan produk lainnya berupa kemeja, kebaya, gaun pengantin dan berbagai keperluan aksesoris rumah tangga, seperti bad cover, cover tutup air mineral dan lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: antaranews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/batik-port-numbay-keluarkan-motif-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
		<item>
		<title>Solo Batik Fashion Digelar</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/solo-batik-fashion-digelar/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/solo-batik-fashion-digelar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 04:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Solo kian memantapkan posisinya sebagai kota batik. Beragam event yang mengangkat batik terus diselenggarakan di sana. Kali ini, giliran para perancang busana yang didaulat untuk memamerkan hasil karyanya dalam &#8220;Solo Batik Fashion.&#8221; Meski jaman telah modern, batik tak akan lengkang ditelan waktu. Pergelaran &#8220;Solo Batik Fashion&#8221; ini berhasil membuktikannya. Sebanyak 25 perancang busana menampilkan karya-karya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Solo kian memantapkan posisinya sebagai kota batik. Beragam event yang mengangkat batik terus diselenggarakan di sana. Kali ini, giliran para perancang busana yang didaulat untuk memamerkan hasil karyanya dalam &#8220;Solo Batik Fashion.&#8221;</p>
<p>Meski jaman telah modern, batik tak akan lengkang ditelan waktu. Pergelaran &#8220;Solo Batik Fashion&#8221; ini berhasil membuktikannya. Sebanyak 25 perancang busana menampilkan karya-karya terbaiknya. Di tangan mereka, batik dipadupadankan dengan beragam budaya. Salah satunya, bernuansa Jepang atau dikombinasikan dengan desain masa kini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: liputan6.com<br />
foto: solopos.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/solo-batik-fashion-digelar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
		<item>
		<title>Batik khas Grobogan sudah dipatenkan</title>
		<link>http://www.batikgue.com/berita-batik/batik-khas-grobogan-sudah-dipatenkan/</link>
		<comments>http://www.batikgue.com/berita-batik/batik-khas-grobogan-sudah-dipatenkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 18:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.batikgue.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah ramainya minat masyarakat akan batik, ternyata Kabupaten Grobogan memiliki batik khas daerah setempat. Bahkan lima corak batik khas Grobogan tersebut sudah dipatenkan. Corak batik yang sudah dipatenkan tersebut, berdasar informasi dari Pemkab Grobogan, Senin (11/7/2011), adalah corak Jagung, Jati, Bledug Kuwu, Api Abadi Mrapen dan Padi. Untuk memomulerkan batik khas Grobogan, sejumlah ajang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di tengah ramainya minat masyarakat akan batik, ternyata Kabupaten Grobogan memiliki batik khas daerah setempat. Bahkan lima corak batik khas Grobogan tersebut sudah dipatenkan.  Corak batik yang sudah dipatenkan tersebut, berdasar informasi dari Pemkab Grobogan, Senin (11/7/2011), adalah corak Jagung, Jati, Bledug Kuwu, Api Abadi Mrapen dan Padi.  Untuk memomulerkan batik khas Grobogan, sejumlah ajang pameran diikuti seperti di tingkat provinsi yang diselengarakan di PRPP Semarang belum lama ini.  Tidak hanya ajang pameran, kegiatan seperti yang akan digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) bersama perajin batik, serta Angelia Collection yakni Pemilihan Putera-Puteri Batik Grobogan di Pendapa Kabupaten Grobogan, Minggu (17/7/2011) mendatang juga akan semakin memomulerkan keberadaan batik khas Grobogan.  “Semakin berkembangnya jumlah kelompok perajin batik, maka kami ingin turut andil membantu mempopulerkan batik khas Grobogan. Apalagi sudah ada yang dipatenkan, juga semakin bervariatif corak dan warnanya,” jelas Ketua panitia acara Pemilihan Putera-Puteri Batik Grobogan, Angelia  didampingi sekretaris Sri Dartutik, Senin (11/7/2011).  Diakui Angelia, saat ini di sejumlah kecamatan seperti Pulokulon, Purwodadi dan Tawangharjo sudah terbentuk kelompok-kelompok perajin batik khas Grobogan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: solopos.com<br />
gambar: krjogja.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.batikgue.com/berita-batik/batik-khas-grobogan-sudah-dipatenkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	<price></price>	</item>
	</channel>
</rss>

